Dia juga menegaskan bahwa KEK Sanur di Bali tidak masuk dalam prioritas pembiayaan tersebut.
“KEK Sanur kayaknya belum ada (rencana pembiayaan) Danantara. KEK Sanur itu kan (sektor) kesehatan dan sudah diresmikan oleh Pak Presiden. Jadi kita arahkan nanti untuk (pembiayaan) Danantara itu yang KEK-KEK yang manufacturing,” kata Rizal dalam konferensi pers, di Jakarta, Selasa.
Meski demikian, tidak menutup kemungkinan Danantara turut membantu pengembangan KEK di luar sektor manufaktur. Menurut Rizal, sejumlah KEK saat ini memang membutuhkan tambahan pendanaan, terutama di wilayah timur Indonesia yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.
“Ada beberapa KEK yang khususnya di industri wilayah timur yang agak sedikit kurang bisa berkembang karena memang infrastrukturnya terbatas, dan juga butuh pendanaan. Nah itu akan didorong Danantara untuk membantu,” ujarnya.
Selain di wilayah timur, Rizal menyebut potensi besar juga ada pada KEK Sei Mangkei di Sumatera Utara serta KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) di Kalimantan Timur yang berfokus pada hilirisasi minyak kelapa sawit (CPO).
“Itu juga boleh didorong karena itu potensinya besar. Kan dia merupakan salah satu hilirisasi untuk CPO,” katanya pula.
Ia menambahkan, KEK dengan basis industri turunan seperti sabun maupun produk berbahan baku CPO, juga berpeluang besar berkembang dengan dukungan pembiayaan Danantara.
Meski belum menyebutkan nominal anggaran yang akan digelontorkan, Rizal menyampaikan pihaknya bersama Danantara akan segera menggelar pertemuan untuk membahas besaran kebutuhan pendanaan di masing-masing KEK.
“Kan memang sesuai arahan dari Pak Presiden untuk Danantara bisa mendorong (KEK), paling tidak membantu finansial. Sementara fokusnya di manufaktur,” ujarnya lagi.
“Trek akan diperpanjang, sehingga penerbangan langsung tidak hanya dari wilayah Asia, tetapi juga berbagai negara lain,” kata wagub di Semarang, Jumat.
Taj Yasin menyebut terdapat rencana pelibatan Danantara dalam pengembangan bandara di ibu kota Jawa Tengah itu.
Sejak ditetapkan kembali sebagai bandara internasional pada 25 April 2025, kata dia, Bandara Ahmad Yani Semarang mulai melayani penerbangan langsung ke Malaysia pada 5 September ini.
Penerbangan internasional langsung ke Jawa Tengah yang semakin banyak, lanjut dia, diharapkan juga memasifkan perputaran uang di provinsi ini.
Sementara Regional CEO IV PT Angkasa Pura Indonesia Rahadian Yogisworo mengatakan Bandara Semarang kembali melayani penerbangan langsung internasional setelah sebelumnya terakhir kali terbang pada 2020.
Pembukaan kembali Bandara Ahmad Yani sebagai bandara internasional, kata dia, diharapkan menjadi salah satu pintu gerbang internasional Indonesia.
Topan tersebut menyebabkan gangguan layanan kereta api dan lalu lintas lainnya akibat hujan deras serta meningkatnya risiko banjir dan tanah longsor di seluruh negeri.
Badan Meteorologi Jepang memperkirakan hujan deras dan berkepanjangan akan berdampak terutama pada wilayah Jepang bagian tengah dan timur hingga Jumat malam. Curah hujan selama 24 jam hingga Sabtu siang diperkirakan mencapai hingga 200 milimeter di wilayah Kanto-Koshin, termasuk Tokyo, dan 150 milimeter di wilayah Tokai.
Hujan deras melanda beberapa bagian Jepang barat dan timur laut pada Jumat pagi, disebabkan oleh udara lembap yang hangat di sekitar tepi Topan Peipah, ditambah dengan adanya front cuaca yang memanjang di dekat pulau utama Jepang, menurut Badan Meteorologi Jepang.
Desa Shimokitayama di Prefektur Nara mencatat rekor curah hujan sebesar 84,5 milimeter dalam satu jam.
Sementara itu, layanan kereta cepat di Jalur Tokaido Shinkansen dihentikan sebagian karena curah hujan di Jepang tengah melebihi batas keselamatan, kata operator JR Central.
Topan tersebut mendarat pertama kali di dekat Sukumo, Prefektur Kochi pada Jumat pagi hari waktu setempat dan kembali mendarat di bagian utara Prefektur Wakayama sekitar pukul 9 pagi.
Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal PLOS One pada Rabu (3/9) mengungkapkan bahwa penggunaan ponsel dalam waktu lama saat di toilet dikaitkan dengan peningkatan risiko terkena ambeien atau wasir, sebagaimana dilansir The Guardian, Jumat.
Dalam studi itu, para peneliti dari AS melibatkan 125 partisipan orang dewasa yang sedang menjalani prosedur kolonoskopi program skrining kanker usus besar.
Para peserta juga diminta mengisi kuesioner mengenai pola makan, olahraga, dan kebiasaan buang air besar, termasuk berapa lama mereka duduk di toilet serta apakah mereka sering mengejan atau mengalami sembelit.
Para peneliti juga menggali terkait kebiasaan peserta apa yang biasa mereka lakukan saat mengguna ponsel di toilet. Dua pertiga dari mereka mengaku membawa ponsel ke toilet dan kebanyakan menggunakannya untuk membaca berita atau scrolling media sosial.
Setelah menyesuaikan dengan faktor risiko umum ambeien seperti usia lanjut, kurang aktivitas fisik, dan asupan serat rendah, hasilnya mereka yang menggunakan ponsel di toilet memiliki risiko 46 persen lebih tinggi terkena ambeien dibandingkan mereka yang tidak membawa ponsel.
Lebih dari sepertiga (37 persen) pengguna ponsel di toilet menghabiskan lebih dari lima menit di sana, dibandingkan hanya 7 persen dari yang tidak membawa ponsel.
Menurut penulis senior dan ahli gastroenterologi Trisha Satya Pasricha mengatakan membaca di toilet sebenarnya bukan hal baru, namun koran, majalah, atau buku yang dulu menghibur orang tidak sebanding dengan daya tarik TikTok dan Instagram.
“Seluruh model bisnis aplikasi-aplikasi ini adalah membuat Anda lupa waktu,” ujarnya.
“Sebelum era TikTok hanya membaca koran atau apa pun yang tersedia. Tingkat gangguannya tidak separah sekarang,” tambah dia.
Lebih banyak penelitian dibutuhkan untuk mengetahui dampak kesehatannya, namun Pasricha menduga bahwa aplikasi smartphone membuat orang duduk di toilet terlalu lama, yang pada akhirnya meningkatkan tekanan pada jaringan anus dan memicu ambeien.
“Kalau Anda hanya duduk-duduk di toilet, tekanan pasif ini lama-kelamaan bisa melemahkan jaringan ikat dan menyebabkan pembuluh darah di area tersebut membengkak,” jelas dia.
Dalam studi lanjutan terhadap mahasiswa, Pasricha mengungkapkan bahwa hampir semua responden mengaku membawa ponsel ke toilet, di mana hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa generasi muda saat ini bisa jadi mengalami ambeien lebih awal daripada generasi sebelumnya.
Ambeien memengaruhi hingga seperempat orang dewasa. Meskipun sebagian besar kasus bisa sembuh sendiri atau dengan perawatan ringan, lebih dari 20.000 prosedur operasi ambeien dilakukan setiap tahunnya hanya di Inggris.
Bagi mereka yang merasa tidak bisa ke toilet tanpa ponsel, Pasricha menyarankan untuk membatasi waktu penggunaan.
“Buat batasan dua video TikTok saja. Yang tidak boleh Anda lakukan adalah terjebak dalam siklus scrolling dan menonton TikTok sampai lupa tujuan awal Anda ke toilet,” ujar dia.
“Seperti setiap tahun di Montmelo, saya tahu bahwa saya harus bekerja lebih keras dibanding sirkuit lain untuk bisa mencapai level teratas,” kata Marquez dikutip dari Crash, Jumat.
“Benar bahwa ini salah satu sirkuit terburuk bagi saya, tetapi karena ini balapan kandang, selalu ada motivasi ekstra untuk meraih poin maksimal.”
Catatan Marquez di Barcelona memang tidak terlalu impresif dengan hanya dua kemenangan dari 11 penampilan MotoGP. Ia bahkan mengakui peluang mempertahankan rekor sempurnanya cukup berat.
“Mungkin waktunya berhenti menang beruntun. Kita tidak tahu. Saya akan mencoba bertarung di grup teratas,” katanya.
Selain adiknya, Alex Marquez, yang dikenal cepat di tikungan mengalir, Marc juga mewaspadai Francesco Bagnaia yang memenangi dua seri terakhir di Catalunya, serta Aleix Espargaro bersama Aprilia yang kerap tampil kompetitif di trek ini.
Meski demikian, runner-up tipis Marc dari Bagnaia pada balapan November lalu dengan motor GP23 dianggap sebagai sinyal positif. Barcelona juga punya arti khusus baginya karena menjadi tempat uji coba pertama bersama Ducati setelah pindah dari Honda.
“Bahkan sebelum tes, saya sudah mengerti bahwa ini adalah motor dan tempat untuk bersaing merebut gelar,” kata Marquez yang kini unggul 175 poin atas Alex di klasemen.
Jika Marquez mampu unggul setidaknya 10 poin atas Alex akhir pekan ini, maka ia akan mendapatkan peluang pertama mengunci gelar juara dunia MotoGP 2025 pada seri berikutnya di Misano. Sementara itu, berkat dominasinya, Ducati hampir pasti mengamankan gelar konstruktor musim ini di Barcelona.
General Manager Regional 4 Pupuk Indonesia, Wisnu Ramadhani yang dihubungi dari Ternate, Jumat, mengatakan, pupuk subsidi yang tersedia mencapai 233.599 ton yang terdiri dari urea 100.588 ton, pupuk natrium phospor kalium (NPK) 119.682 ton, NPK formula khusus 8.404 ton, dan pupuk organik 4.925 ton.
Sedangkan pupuk nonsubsidi atau komersil tercatat 13.320 ton, terdiri dari urea 6.764 ton dan NPK 6.556 ton.
“Sebagai BUMN (Badan Usaha Milik Negara), kami ingin memastikan bahwa ketersediaan pupuk bersubsidi di Indonesia Timur tetap ada sesuai alokasi yang ditetapkan pemerintah, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pupuk petani,” ujar Wisnu.
Pupuk bersubsidi ini dialokasikan ke 14 provinsi di Indonesia Timur, yakni Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya.
Di Maluku dan Maluku Utara, stok pupuk subsidi tercatat sebesar 3.995 ton yang terdiri dari urea 1.868 ton dan NPK 2.127 ton.
Wisnu menegaskan, penyaluran pupuk subsidi hanya diperuntukkan bagi petani terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 15 Tahun 2025.
Para pegiat Komunitas Lima Gunung berjalan mengelilingi Candi Mendut Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dalam rangkaian performa ritual doa “Lelanane Jangka Gunung” untuk kebaikan bangsa dan negara di Magelang, Kamis (4/9/2025) petang. ANTARA/Hari Atmoko
Tentu saja permintaan itu tak cukup hanya bergaung di langit pernyataan. Harus dilanjutkan dengan segera melalui langkah-langkah riil perbaikan yang hasilnya dinilai publik sebagai terbukti bagi kebermanfaatan dan memenuhi kebutuhan rakyat.
Seakan hendak menegaskan bahwa rakyatlah juragan mereka dan para elite sesungguhnya bekerja untuk juragan, itulah puisi tak berjudul yang dihadirkan secara lantang oleh penyair Magelang Munir Syalala.
Ia membacakan puisi itu dalam rangkaian performa ritual doa, “Lelanane Jangka Gunung”, diselenggarakan Komunitas Lima Gunung di Candi Mendut dan dilanjutkan di panggung terbuka Studio Mendut, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kamis (4/9) petang hingga menjelang tengah malam.
Pegiat komunitas itu meliputi seniman petani berbasis dusun di lima gunung (Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan Menoreh) yang mengelilingi Kabupaten Magelang dengan jejaringnya di berbagai tempat, antara lain budayawan, pemerhati seni dan tradisi, pelajar, mahasiswa, dan akademisi. Munir salah satu bagian lingkaran energi komunitas tersebut.
Penggalan besar bait kedua puisi itu, “Bangsa ini sedang tidak baik-baik saja. Kita punya sistem. Kita punya hukum. Kita punya aparat. Tapi apakah semua itu sungguh berpihak pada kita? Atau hanya panggung besar, dan kita dipaksa jadi penonton yang bayar tiket, tanpa pernah boleh ikut menentukan ceritanya?”.
Terpaan nyala api dari puluhan obor di sela-sela patung-patung batu di studio yang menjadi pusat aktivitas, perpustakaan, dan jejak komunitas, memperkuat pesan bahwa acara itu merefleksikan kegundahan rakyat yang sudah mencapai ubun-ubun atas pengurusan negeri yang tak beres. Kegundahan itu mewujud dalam unjuk rasa setidaknya dalam dua pekan terakhir di berbagai kota maupun melalui platform-platform digital.
Bukan hanya Munir tampil malam itu. Para penyair dan pegiat seni lainnya, seperti Wicahyanti Rejeki, Novian Nugroho, Siwi Siwi Kawuryan Winangsit, Hudi Danu Wuryanto, Haris Kertarahardjo (Lie Thian Hauw), dan Danu “Sang Bintang” Wiratmoko, menghadirkan puisi-puisi dan geguritan, baik karya sendiri maupun sastrawan besar Indonesia, seperti WS Rendra, KH Mustofa Bisri (Gus Mus), dan Wiji Thukul. Pembawa acara yang juga dalang Komunitas Lima Gunung, Sih Agung Prasetyo, menyebut dengan elegan malam itu sebagai “Parade puisi Lima Gunung untuk negeri”.
Performa ritual “Lelanane Jangka Gunung” diawali dengan prosesi berjalan tanpa alas kaki para pegiat Komunitas Lima Gunung dari Studio Mendut menuju Candi Mendut, berjarak sekitar 300 meter. Setiap peserta jalan kaki mengenakan pakaian bernuansa serba warna putih. Sajian makanan untuk mereka yang hadir di pementasan di Studio Mendut malam itu, juga serba berwarna putih, yakni nasi gurih putih, bihun, kerupuk putih, ubi kayu, dan air putih. Simbol usaha mengatasi negeri dari keadaan muram dan keruh saat ini.
Lando Norris pictured with the Alpha Bravo Navigation Backpack in Navy Coated Canvas.
Hari ini, merek internasional yang bergerak di bidang perjalanan, gaya hidup, dan aksesori, TUMI, meluncurkan “Icons Tested”, sebuah kampanye berani yang mengeksplorasi makna sejati menjadi ikonis. Diceritakan melalui sudut pandang Pembalap Tim Formula 1 McLaren Lando Norris dan Pegolf Profesional Nelly Korda, kampanye ini menggambarkan keterkaitan erat antara disiplin, presisi, dan pengujian tanpa henti yang mendefinisikan pencapaian mereka menuju keunggulan — ketelitian yang sama yang diterapkan TUMI pada setiap desainnya. Sama seperti para atlet ini yang dituntut untuk tampil di level tertinggi, produk ikonis TUMI juga dirancang dengan tujuan yang sama: diuji hingga batas kemampuannya demi memastikan performa tanpa kompromi.
Melanjutkan perayaan ulang tahun TUMI yang ke-50, kampanye ini menyoroti dua siluet paling ikonis dari TUMI: Navigation Backpack dari Alpha Bravo dan Celina Backpack dari koleksi Voyageur. Dirancang untuk performa tinggi dan disempurnakan dengan cermat melalui pengujian yang ketat, setiap desain memadukan fungsionalitas dengan sentuhan kemewahan modern, diciptakan untuk memenuhi kebutuhan para individu dinamis dengan kemudahan dan ketelitian.
Disutradarai oleh Kiku Ohe dan menampilkan berbagai foto yang menarik karya Simon Lipman, kedua film ini mengikuti Lando dan Nelly melalui momen fokus, repetisi, dan persiapan, memberikan pandangan tanpa filter terhadap disiplin di balik rutinitas harian mereka. Perjalanan mereka mencerminkan proses teliti di balik pembuatan setiap produk TUMI, di mana desain, pengujian, dan penyempurnaan dijalankan dengan standar setinggi mungkin.
“Menjadi ikonik bukan berasal dari satu momen saja, etapi dari konsistensi untuk terus hadir dan berkembang melalui proses,” kata Victor Sanz, Direktur Kreatif Global. “Bagi TUMI, itu bukan sekadar tujuan — melainkan standar kami.” Setiap produk TUMI dirancang untuk teruji, terpercaya, dan bertumbuh bersama penggunanya. Tidak hanya dibuat untuk performa atau estetika, tetapi juga untuk menemani pelanggan di setiap langkah perjalanan mereka, ke mana pun mereka pergi.”
Pada intinya, “Icons Tested” bukan sekadar tentang performa kelas dunia — tetapi tentang upaya berkelanjutan untuk tumbuh dan disiplin yang dibutuhkan untuk terus berkembang. Hal ini mencerminkan komitmen TUMI untuk mendorong batas-batas desain melalui penyempurnaan terus-menerus dan pengujian di dunia nyata, dengan kesadaran bahwa kehebatan harus dicapai, bukan diberikan. Bukan hanya perayaan kesuksesan, namun juga penghargaan terhadap perjalanan dan produk yang dibuat untuk bertahan selama melewatinya.
“Konsistensi adalah segalanya. Pekerjaan tidak pernah berhenti, apa pun keahliannya,” kata Lando Norris. “Saya melihatnya dari performa saya di lintasan, dan bagaimana produk TUMI milik saya selalu menemani saya ke mana pun.”
“Menjadi ikonik tidak ditentukan oleh kesempurnaan. Ini tentang tetap berkomitmen dan menemukan makna dalam momen-momen yang terbangun seiring waktu,” kata Nelly Korda. “Perjalanan ini selalu berganti dan mengingatkan saya mengapa memiliki pendamping yang dapat diandalkan di momen-momen tersebut sangat berarti. “
Dari pengulangan hingga penyempurnaan, “Icons Tested” memberikan penghormatan kepada mereka yang selalu hadir, bekerja keras, dan mendorong batas performa. TUMI terus mendesain untuk pengguna yang penuh semangat, menciptakan produk dinamis yang selalu hadir di setiap momen, dan mendukung ikon di dalamnya.
SOROTAN PRODUK
Celina Backpack (Voyageur) Lightweight dan tahan air, Celina Backpack memadukan desain elegan dengan fitur cerdas yang memudahkan Anda beralih dari rutinitas sehari-hari ke perjalanan jarak jauh dengan mudah. Harga Ritel: $350-$595
Navigation Backpack (Alpha Bravo) Dihadirkan kembali dengan material Navy Coated Canvas terbaru, Navigation Backpack menghadirkan ketahanan modern pada siluet TUMI yang telah dipercaya. Dirancang untuk kegunaan sehari-hari dan dibuat untuk bergerak dengan penuh tujuan. Harga Ritel: $550-$750
Ikon lain yang ditampilkan selama kampanye:
Capsule TUMI | McLaren warna Super Grey, terinspirasi Supernova Silver McLaren
19 Degree Lite, koper hardside teringan TUMI hingga saat ini
Koleksi 19 Degree Aluminum yang khas
Koleksi Just In Case™ yang dapat dilipat dan serbaguna
Lihat koleksi Voyageur dan Alpha Bravo di TUMI.com dan di toko TUMI di seluruh dunia. Ikuti @TUMITravel untuk melihat konten eksklusif di balik layar dari kampanye ini.
Tentang TUMI
Sejak tahun 1975, TUMI menciptakan berbagai produk penting bagi bisnis, perjalanan, dan performa kelas dunia nan mewah yang dirancang untuk meningkatkan, menyederhanakan, dan memperindah semua aspek kehidupan saat bepergian. Memadukan fungsi sempurna dengan semangat kecerdikan, kami berkomitmen untuk mendukung perjalanan sebagai mitra seumur hidup bagi pelanggan yang sering bepergian dan para pembuat dalam upaya mencapai hasrat mereka. Untuk informasi lebih lanjut tentang TUMI, kunjungi TUMI.com dan ikuti Instagram, TikTok, Facebook, dan YouTube.
Sekitar dua ribu peserta memenuhi lapangan start, diawali dengan senam bersama yang hangat. Cuaca cerah berawan membuat udara Sembalun yang dingin terasa pas untuk berlari.
Suasana semakin meriah ketika Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal hadir bersama jajaran pemerintah provinsi dan pejabat Kabupaten Lombok Timur. Kehadirannya memberi energi tersendiri bagi peserta. Sambutan singkatnya berisi semangat, bahwa berlari di Rinjani bukan hanya olahraga, tetapi juga cara mencintai tanah air.
Gubernur bersama Direktur Komersial LKBN ANTARA, Jaka Sugiyanta, kemudian melepas para pelari dari gerbang start. Sorak sorai membahana. Banyak peserta berbondong mendekat, meminta foto bersama gubernur—momen simbolis yang menunjukkan kedekatan pemimpin dengan rakyatnya.
Di sepanjang jalur enam kilometer, warna-warni holi powder beterbangan. Marshal yang berjaga menaburkan bubuk cerah ke udara, membuat kaus putih peserta berubah menjadi kanvas penuh warna. “Indah banget, cocok buat background foto,” celoteh seorang peserta sambil mengangkat kamera ponsel dengan latar Gunung Rinjani yang gagah dan anak gunung yang tampak jelas.
Panorama sawah hijau, rumah adat, dan perkampungan yang dilalui memberi kesan autentik. Warga menyambut ramah, menambah nuansa kebersamaan yang jarang ditemui di ajang olahraga biasa. Ada yang berlari cepat, ada yang santai berjalan sambil bercanda. Semua larut dalam keceriaan.
Sesampainya di garis finis, semarak belum usai. Peserta berkumpul di lapangan utama untuk undian doorprize, dengan hadiah utama paket umrah. Namun sebelum itu, DJ Agustin memompa semangat dengan musik house, disambung penampilan band lokal Amtenar yang membuat peserta bergoyang dan bernyanyi bersama. Taburan bubuk warna kembali menghiasi udara, menutup perayaan dengan penuh kegembiraan.
“Saya atas nama aparat mengucapkan terima kasih karena masyarakat Lampung dan mahasiswa dalam kegiatan menyampaikan aspirasi berjalan aman dan damai,” katanya usai aksi unjuk rasa yang dilakukan Aliansi Lampung Melawan, di Bandarlampung, Senin.
Ia pun mengatakan rekomendasi yang diberikan mahasiswa akan ditindak lanjuti oleh Gubernur Lampung ke pemerintah pusat sebagaimana keinginan dari masyarakat.
“Dan yang paling penting lagi adalah ke depan situasi harus berjalan dengan baik. Harus,” kata dia.
Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa aspirasi dari masyarakat telah diterima dan segera ditindaklanjuti ke pemerintah pusat.
“Kami telah berkomunikasi dengan mahasiswa dan masyarakat yang sangat luar biasa. Sesuai amanat konstitusi, kami harus menjaga dan melindungi hak mereka bersuara. Dan kami telah terima aspirasinya yang diteruskan ke pemerintah pusat,” kata dia.
Dia pun mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Lampung yang telah menyampaikan aspirasinya dengan damai dan aman hingga selesai.
“Kami apresiasi kepada mahasiswa dan masyarakat karena aksi mereka berjalan damai tidak seperti daerah lain, artinya Lampung masih punya harapan agar provinsi ini lebih baik,” kata dia.
Sementara itu Ketua BEM Unila Amar mengatakan bahwa tuntutan dalam aksi ini ada sepuluh dan Gubernur harus menyampaikan ini ke pemerintah pusat.
“Dari sepuluh tuntutan tersebut ada satu yang paling penting yakni sahkan Undang-undang perampasan aset,” kata dia.