
Presiden Prabowo Ingin Peringatan Nuzulul Quran Digelar di Istana Negara
Presiden Prabowo Subianto ingin agar peringatan Nuzulul Qur’an tahun ini dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta. Hal tersebut disampaikan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar usai bertemu Presiden Prabowo di kompleks Istana Kepresidenan.
“Baik, teman-teman sekalian. Saya baru saja bertemu dengan Bapak Presiden untuk membicarakan persiapan peringatan Nuzulul Qur’an. Insya Allah, peringatan Nuzulul Qur’an direncanakan akan dilaksanakan di Jakarta, tepatnya di Istana Negara,” ujar Menag kepada awak media, dikutip Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, dalam pertemuan tersebut, turut dibahas sejumlah alternatif lokasi pelaksanaan. Di antaranya di Ibu Kota Nusantara (IKN), Masjid Istiqlal, Istana Negara, maupun tempat lainnya. “Dan Bapak Presiden memberikan arahan agar kegiatan tersebut dilaksanakan di Istana Negara,” katanya.
Nasaruddin menambahkan, pemilihan Istana Negara sebagai lokasi peringatan memiliki makna simbolik yang kuat. Ia menilai, Nuzulul Qur’an bukan hanya momentum spiritual umat Islam, tetapi juga pengingat nilai-nilai kebangsaan, keadilan, dan kemanusiaan yang sejalan dengan ajaran Alquran.
“Ini bukan sekadar seremoni keagamaan, tetapi juga momentum untuk meneguhkan komitmen kebangsaan kita. Nilai-nilai Alquran seperti keadilan, persaudaraan, dan kepedulian sosial sangat relevan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tuturnya.
Menag menyampaikan, Kementerian Agama akan menyiapkan konsep acara yang khidmat namun tetap inklusif. Peringatan tersebut rencananya akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari tokoh agama, duta besar negara sahabat, hingga perwakilan generasi muda.